Tuesday, 29 May 2012

Hadist 1

عن أمير المؤمنين أبى حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال؛ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول؛ انما الأعمال بالنيات وانما لكل امرىء ما نوى فمن  كانت هجرته الى الله و رسوله فهجرته الى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته الى ما هاجر اليه

     Diriwayatkan dari Amirul Mu'minin Abu Hafsh 'Umar bin Khatab R.A: Aku pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: "sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan setiap orang hanya memperolehi apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ia akan perolehinya atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ia hijrahkan kepadanya."

     Hadist ini diriwayatkan oleh dua Imam Hadist, yaitu Abu 'Abdullah Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim Bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi dalam kitab shahih keduanya, yang merupakan kitab paling shahih tentang hadist.

     Imam Bukhari meriwayatkan hadist ini pada bagian awal kitabnya, yaitu; bagian Imam (Bab: Tentang sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat yang baik dan setiap orang akan mendapat fahala sesuai dengan niatnya) dan ditempat lain dalam kitab Shahihnya. Sementara itu pula, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Imarah (Bab: Ucapa; "Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat") no 1907.

A. KEDUDUKAN HADIST
     Hadist ini adalah merupakan hadist yang penting, dimana ia menjadi prinsip utama dalam agama dan kepadanya bersumber seluruh hukum syari'at. hal ini kelihatan jelas dengan berbagai pendapat dari kalangan para 'Ulama.
    Imam ABu Daud berkata: "Hadist ini (Sesungguhnya amal bergantung kepada niat) adalah setengah daripada agama islam, karena agama itu terbagi kepada yang zahir yaitu amal, dan yang batin yaitu niat."
    Imam AHmad dan Asy-Syafi'i berkata: "Hadist ini merupakan sepertiga ilmu, karena seorang hamba itu akan mendapat fahala berkat daripada perbuatan hati, lisan dan anggota badannya, dan niat dilakukan dengan hati yang merupakan salah satu diantara yang tiga tersebut. Oleh karena itu, para 'Ulama ulama menyukai memulai penulisan kitabnya dengan Hadist ini. 
     Imam Bukhari meriwayatkan hadist ini diawal kitab shahihnya. Imam An-Nawawi meletakkan hadist ini pada ketiga-tiga kitabnya, yaitu "Riyadhus Shalihin, Al-Adzkar & Al-Arba'in."
Manfaat disebutkan Hadist ini pada permulaan kitab adalah untuk memberi peringatan kepada pencari ilmu agar meluruskan niatnya dengan hanya mencari keridhaan Allah dalam mencari ilmu dan mengamalkan kebaikan.

B. SEBAB TIMBULNYA HADIST INI
     Riwayat Ath-Thabrani dengan para perawinya yang dipercayai, dari Ibnu mas'ud r.a, ia berkata: "Dikalangan Kami terdapat seorang lelaki yang melamar seorang perempuan yang bernama Ummu Qais, tetapi ia menolaknya kecuali jika lelaki itu sedia berhijrah, maka lelaki itupun berhijrah dan menikah dengannya. Maka kami menamainya Muhajir Ummu Qais."   

Terimakasih Atas Kunjungan Anda kalau ada kesilapan tolong diperbaiki, thx!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close