Sunday, 3 June 2012

Hadist ke 5

عن أم المؤمنين أم عبد الله عائشة رضي الله عنها قال؛ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد, رواه البخاري و مسلم. وفي رواية لمسلم من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Diriwayatkan Ummul mu'minin 'Abdillah 'Aisyah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah S.A.W bersabda, "Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita ini yang bukan bagian darinya, maka ia ditolak. (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim) semantara dalam riwayat Imam Muslim lainnya: Barang siapa yang melakukan sesuatu amalan, dan amalan itu bukan perintahku, maka ia di tertolak.

     Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Perdamaian (Bab: Jika minta berdamai dengan perdamaian yang batil, maka tertolak) no: 2550. Sedang dalam Shahih Muslim terdapat pula Kitab Al-Aqdhiyah (Bab: Batalnya hukum yang batil dan tertolaknya perkara yang diada-adakan) no: 1718.

A.  KEDUDUKAN HADIST
      Hadist ini merupakan salah satu dasar penting dari beberapa dasar-dasar islam, sebagaimana Hadist Yang pertama     yang merupakan petunjuk untuk menilai amalan dari segi batin, setiap amalan yang tidak ditujukan untuk memperolehi keridhaan Allah, maka pelakunya tidak akan mendapat fahala. Maka Hadist ini merupakan pegangan untuk menilai sesuatu amalan dari segi zahirnya. Setiap amalan yang tidak berlandaskan perintah Allah dan Rasulnya, maka amalan tersebut tertolak. Dan siapa saja yang mengada-adakan sesuatu dalam agama yang tidak di izinkan oleh Allah dan Rasulnya, maka hal tersebut bukanlah sebagia dari agama.

     Imam An-Nawawi r.a berkata; "Hadist ini Wajib di hafal dan dijadikan sebagai  dalil untuk mencegah kemungkaran."

     Ibnu Hajar Al-Haitami pula berkata; "Hadist ini merupakan salah satu dari pada kaedah islam yang sangat penting dan sangat luas manfaatnya dari segi maksudnya, dan merupakan dalil yang menyeluruh atas setiap hukum syari'at yang di tetapkan.

B.  INTISARI HADIST
1.   Anjuran untuk itba' (Mengikut perbuatan Nabi) dan menghindari perbuatan bid'ah (diada-adakan)
2.   Tidak diterimanya segala perkara-perkara yang baru dalam urusan Ad-Din dan tidak ada-
      perbedaan antara perkara-perkara yang baru yang kita buat atau hanya sekedar mengikuti orang-
      lain tanpa mau belajar/berguru.
3.   segala sesuatu yang sesuai dengan syara' (Syari'at Islam) atau sesuai dengan kaedah-kaedah-
      umum syara', ia tidak di tolak.
4.   Semua amalan aqad (Amalan yang diadakan) yang dilarang itu batal dan sia-sia.
5.   Keputusan Hakim tidak dapat merubah sesuatu hukum syara' yang telah jelas halal dan haramnya.

C.   TAFSIR HADIST
      Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa setiap ibadah atau amalan yang syari'atnya bukan dari Allah atau dari RasulNya atau hal-hal yang baru dalam agama yang tidak ada dasarnya dari Sunnah Nabi atau tidak berdasarkan kaedah-kaedah syara', ia tidak di terima dan orang yang melakukannya berdosa. Dan segala mu'ammalah baru yang bertentangan dengan hukum syara', wajib ditolak. Setiap Muslim hendaklah berhati-hati dari perbuatan bid'ah yang banyak terdapat dalam agama, dan hendaklah berpegang teguh kepada petunjuk Nabi Muhammad S.A.W.

Note:  "Kepada siapa saja yang membaca; Sekiranya terdapat kesalahan dalam penulisan atau pentafsiran dan keterangan Hadist ini, mohon di luruskan"

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close