Monday, 11 June 2012

Hadist ke 6

عن أبي عبد الله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال؛ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ان الحلال بين وان الحرام بين وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ومن وقع فى الشبهات وقع في الحرام كالراعى يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه ألا وان لكل ملك حمى ألا وان حمى الله محارمه ألا وان في الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

     Diriwayatkan dari Abu 'Abdillah Nu'man bin Basyir r.a, ia bekata: Aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu nyata dan yang haram itupun nyata, dan diantara kedua-duanya ada musytabihat (perkara-perkara yang samar) yang mana kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang memelihara diri dari segala perkara-perkara syubhat itu, maka sesungguhnya ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang jatuh ke dalam perkara syubhat itu maka ia telah jatuh ke dalam perkara-perkara yang haram seperti seorang pengembala yang mengembalakan kambingnya itu di sekitarkawasan terlarang yang nyaris kambingnya merumput di dalamnya. Ingatlah bahwa setiap raja mempunyai kawasan larangan! Inganlah kawasan larangan Allah adalah apa yang di haramkanNya. Ingatlah bahwa didalam jasad itu terdapat sekuntul daging; apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ingatlah sekuntul daging itu adalah hati.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

     Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Iman (Bab: Orang-orang yang menjaga kesucian agamanya), no 52 juga dalam kitab perdagangan. Sedang dalam kitab Shahih Musli terdapa pada kita Perdagangan (Bab: Mengambil yang Halal dan meninggalkan yang syubhat) no1599.

A. KEDUDUKAN HADIST
     Hadist ini disepakati atas martabatnya yang tinggi dan faedahnya yang banyak. Hadist ini merangkumi seluruh ajaran-ajaran Islam. Sebagian Ulama mengatakan bahwa: "Hadist ini merangkumi sepertiga ajaran Islam.
     Abu Daud berkata: "Hadist ini merangkumi sepertiga ajaran islam. Barang siapa yang memperdalaminya, ia akanm mendapat semua kandungan yang disebutkan di atas, karena hadist ini mencakupi penjelasan tentang; Halal, Haram dan Syubhat. Apa yang bisa memperbaiki hati dan yyang merusakkannya. Semua ini menuntut kepada kita untuk mengetahui hukum-hukum syari'at, dasar-dasar dan cabangnya. Hadist ini pula merupakan dasar bagi sikap warna; ia itu meninggalkan  yang syubhat (samar)

B. INTISARI HADIST
1.  Anjuran supaya mengerjakan perbuatan yang halal dan meninggalkan perbuatan haram dan syubhat
2.  Perbuatan syubhat itu tidak di lakukan kecuali oleh sebagian kecil  masyarakan
3.  Menjaga kesucian dalam urusan agama dan menjaga kesucian kehormatan diri
4.  Orang yang tidak berhati-hati terhadap perkara-perkara yang syubhat (meragukan) dalam
     kehidupannya, berarti ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perkara yang haram
5.  Menghindari segala sesuatu yang bisa menjerumus kepada perkara yang haram
6.  Anjuran untuk memperbaiki hati, karena sekiranya hati itu baik, maka baiklah perbuatannya.
     Sebaliknya jika hati itu rusak, maka rusaklah perbuatannya
7.  Akal itu terletak di Hati
8.  Berusaha untuk memilih perbuatan yang baik menunjuk-kan bahwa hatinya baik

C.  TAFSIR HADIST
      Hadist ini menerangkan kepada kita bahwa setiap perkara yang di halalkan oleh Allah & RasulNya itu sudah terang dan jelas. Begitulah juga, setiap perkara yang dilarang oleh Allah & RasulNya. Apa yang dikhawatirkan terhadap setiap muslim adalah perkara-perkara yang syubhat, yang samar bagi kebanyakan orang. Maka sesiapa yang meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas halal dan haramnya, sebenarnya orang itu telah menyempurnakan kesucian agamanya dan terhindar jauh dari kelakuan yang haram serta terjaga kehormatannya dari aib dan cela yang mencemarkan dirinya di mata orang akibat melakukan perkara yang syubhat. berarti ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perbuatan yang haram dan celaan orang ramai.

    Kemudian Nabi S.A.W menghimpunkan bahwa mereka yang mengerjakan perbuatan yang syubhat  itu bagaikan seorang pengembala kambing yang mengembalakan binatang ternaknya itu berdekatan daerah yang di larang, sehingga besar kemungkinan kambingnya itu akan memakan atau memasuki kawasan tersebut.

    Lalu Nabi Muhammad memberi isyarat bahwa segala perbuatan dan kelakuan yang zahir itu menunjukkan kebaikan atau keburukan batin yang ada didalam diri seseorang. Beliau berkata, bahwa dalam tubuh seseorang itu terdapat sekuntul daging yang bernama qalbu (hati) yang kebaikan atau keburukannya berbanding sama dengan perbuatan dan tingkah laku seseorang. Apabila anggota tubuh seseorang itu berada dalam keta'atan menjalankan perintah agama Islam atau perbuatan dan tingkah laku yang terpuji, berarti hatinya itu baik. Tetapi jika anggota tubuh seseorang itu berada dalam kemaksiatan atau perbuatan dan tingkah laku yang tercela, maka berarti hatinya itu sedang rusak/buruk.

NOTE: jika ada kesalahan dan kesilapan mohon diperbaiki, thx

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close