Sunday, 25 December 2016

SUMMARY MINIMARKET 212 SYARIAH



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

VISI MISI MINIMARKET 212 SYARIAH

VISI:

- Menjadikan minimarket 212 Syariah Mart sebagai bisnis bersama umat yang berkeadilan, berkah, untuk kesejahteraan umat Islam serta tersebar ke seluruh Indonesia.

MISI

- 212 Syariah Mart adalah usaha yang dibangun bersama gotong royong, dari kita, oleh kita, untuk kita, untuk mensejahterakan umat Islam Indonesia.

- Memasyarakatkan sistem pengelolaan dan manajemen minimarket syariah.

- Memberikan pendampingan, pelatihan dan konsultasi kepada para pengusaha baru dan binaannya dibidang pengelolaan minimarket yang sesuai dengan syariah.

- Melakukan survey, analisa dan memberikan rekomendasi terhadap kelayakan pendirian minimarket yang berprinsip syariah.

- Meningkatkan skill para pengusaha muslim agar menguasai teknis dan memiliki pengetahuan mendalam dibidang pengelolaan minimarket dengan prinsip syariah.

- Meningkatkan produktivitas minimarket berprinsip syariah agar tumbuh dan berkembang menjadi besar yang menguasai pasar global.

PENDAHULUAN

     Pertumbuhan gerai-gerai pasar swalayan di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Pasar swalayan raksasa dari luar negeri pun tidak lama lagi mulai bermunculan dan diperkerikan mereka mulai masuk ke berbagai kota-kota besar di Indonesia.

     Perkembangan tersebut tidak bisa dilepaskan dari besarnya potensi pasar Indonesia yang 80 % beragama Islam. Maka gagasan tentang perlunya pendirian gerai swalayan syariah merupakan sebuah kebutuhan agar potensi pasar ini tidak melulu dimanfaatkan oleh "orang asing dan aseng".

     Secara normatif, umat Islam membutuhkan jaminan ketersediaan produk-produk halal. Di sisi lain, kebutuhan akan perlunya sebuah model gerai swalayan syariah perlu dijawab agar implementasi nilai-nilai syariah dalam distrubusi produk dan pelayanan kepada kaum muslimin dapat lebih berkembang.

     Orientasi untuk wilayah Indonesia menjadi wilayah yang religius, nampaknya membutuhkan sebuah model minimarket syariah yang dikelola secara profesional dan memberukan manfaat yang luas kepaa umat.

Minimarket Syariah Yang Dibidik

Paling tidak ada 3 alasan mendasar yang menjadi dasar pemikiran bagi kita untuk merasa perlu membuat sebuah minimarket syariah, yaitu :

- Secara normatif, umat Islam wajib menyediakan sebuah pusat perbelanjaan yang menjamin tersedianya produk halal, thayyib dan berkah. Model pelayanannya pun harus Islami bukan semata simbolis dari busana dan ornamen, namun juga prinsip keramahan, keadilan dan persaudaraan.

- Secara sosiologis, kewajiban itu semakin kuat mengingat manyoritas penduduk/ warga beragama Islam. Minimarket syariah ini akan menjadi pusat belanja keluarga. Di samping itu juga menjadi media promosi dan distribusi barang bagi para produsen muslim lainnya.

- Secara ekonomis, bisnis ini memiliki prospek yang baik mengingat pasar yang cukup besar. Minimarket syariah ini diharapkan mampu menginspirasi semangat baru umat Islam dalam memperkuat posisi ekonominya secara luas.


ANALISA AWAL

- Kekuatan
Berdirinya minimarket syariah akan mendapatkan dukungan yang luas, baik dari jajaran pemerintah, swasta maupun umat Islam pada umumnya. Adanya dukungan dari masyarakat dan jamaah yang peduli dengan syariah. Adanya para pengusaha muslim dan investor yang bersedia mendukung program.

- Kelemahan
Belum terbentuknya jaringan suolier muslim yang bisa memback. Belum adanya model dan pengalaman.

- Kesempatan
Menjadi model minimarket syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. Menjadi pusat pembelanjaan dan distribusi produk halal terbesar. Pengembangan model waralaba syariah.

Implementasi Syariah

- Secara Mikro
Suplai produk ; selektif terhadap produk halal, menjadi bagian dari distribusi permbelanjaan Islami (212 Syariah Mart), menampung produsen muslim local, mengutamakan kaulitas, jaminan ketersediaan produk, control produk kadaluarsa yang ketat.

Memprioritaskan kepada anggota yang telah memilih produk atau usaha retail.

Tingkat harga ; kompetitif, berusaha menjadi yang termurah, menyediakan discount untuk pembelian partai besar, pembuatan label yang jelas.

Pelayanan ; kebersihan, kenyamanan dan keramahan, pramuniaga berjilbab dan berpeci, pemutaran music Islami, delivery order dan service, komputerisasi, tehnologi informasi dan tampilan interior Islami.

Manajemen ; SDM muslim yang terampil, terlatih dan terpercaya, bervisi memuliakan tamu-tamu dan pelanggan, professional, efektif, efisien, harus bebas buta al-Qur’an, shalat berjamaah, pengajian rutin, profitabilitas yang proporsional.

- Secara Makro
Bervisi membangun ukhwah, merekatkan jamaah, selamat dan menyelamatkan, mendorong bangkitnya kewirausahaan muslim.

Memberikan kontribusi pada golongan lemah, menjaga keamanan investasi.

ASPEK BISNIS
- Aspek Pasar
Berdasarkan jumlah penduduk muslim yang begitu besar yang menjadi market share yang sangat potensial.
Asumsi yang dipakai
- Warga muslim yang peduli dengan produk halal dan ini disebut sebagai pasar potensial (potencial market).
- Warga muslim yang diharapkan langsung memberikan respon positif terhadap atribut bisnis. Ini disebut sebagai pasar yang bisa dijanjikan atau dilayani (direct market).
- Warga muslim yang memiliki komitmen syariah tinggi, sangat selektif terhadap produk syariah dan dipastikan menjadi pelanggan tetap. Ini disebut sebagai pasar loyal (loyal market).

- Aspek Pemesaran
Produk strategic
- Minimarket syariah ini merupakan produk strategis dan model yang pertama di Indonesia. Pendiriannya didukung oleh pimpinan pengusaha muslim dan komunitas masyarakat ekonomi syariah, yang nantinya akan melibatkan dukungan yang lebih jelas.
- Pemberian kartu dhuafa: Tingginya angka kemiskinan menjadi perhatian khsusus untuk meningkatkan daya beli.
- Produk halal: produk yang dipasang benar-benar diseleksi kehalalannya.
- Harga kompetitif: harga terjangkau dan kompetitif, margin keuntungan sekitar 10 % setelah dipotong pajak dan zakat sesuai syariat Islam.
- Mengusulkan rencana lokasi kepada manajemen untuk diberikan penilaian dan persetujuan.

TEMPAT DISTRIBUSI
Dicari lokasi startegis, dekat dengan pusat keramaian, mudah dijangkau. Desaian interior menarik dan ditata rapi.

PROMOSI
Menyediakan acara grand opening yang didukung sponsor. Pemasangan iklan di media cetak, radio, dll.

Aspek Legalitas :
Badan Hukum
Nama Perusahaan
Dewan Pengawas Syariah
Dewan Komisaris
Direksi

Manajemen Organisasi:
Manajemen : Dipimpin oleh seorang manajer operasional yang membawahi beberapa orang karyawan (sesuai kebutuhan).
Pengelolaan usaha akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah.

Aspek Keuangan
Kebutuhan Modal
Target Omset pertahun
Laba bersih pertahun
Return on investment (ROI)
Break Even Point (BEP)

Aspek Kepemilikan
Perseroan Terbatas
Pemilik 212 Syariah Mart terdiri dari inisiator, para pendiri, investor serta anggota

Demikianlah summary ini dibuat untuk dapat disempurnakan oleh para investor dan anggota.

Untuk Koordinator Wilayah Provinsi Aceh diketuai oleh ustaz Ismail M Husen.
Bagi anda warga Aceh yang berminat silakan hubungi Ustaz Ismail di facebook beliau Tgk Ismail M Husen.

Silakan Share di facebook, twitter dan media sosial lainnya.



Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Thursday, 15 December 2016

Ahlussunnah Adalah Musyrikun Dimata Kaum Wahabi/Salafy

 



  Termasuk kemungkaran, bid’ah dhalalh dan kemusyrikan dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah menghormati hari lahir Nabi mulia Muhammad saw. dengan mengadakan perayaan yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an, membacakan syair-syair pujian untuk beliau, serta membagi-bagikan makanan  atau santunan apapun untuk kaum Mukminin dll. yang masuk dalam bingkai ungkapan rasa cinta dan syukur kita atas kelahiran beliau sebagai junjungan, Nabi akhir dan Rasul kesayangn Allah SWT. 

    Praktik seperti itu dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah sebagai bentuk penyembahan selain Allah SWT. Ia menyerupai praktik kaum Nasrani dalam menyambut hari lahir al-Masih as.
Tidak jarang kita saksikan para kyia dan khatib mereka menggembar-gemborkan suara sumbang pengkafiran atau tuduhan bahwa praktik itu serupa dengan praktik orang-orang Kristen, seperti dibanyak masjid mereka!

    Ternyata memang demikian ajaran kaum Wahabi itu! Dan stempel kemusyrikan yang mereka alamatkan kepada kaum Muslimin Ahlusunnah yang selalu dengan penuh kecintaan mengadakan perayaan Maulidan adalah pola pikir sesat kaum Wahabi!
Ini sangat berbahaya dan perlu disikapi oleh kita semua! Sikap mudah mengkafirkan orang lain dengan tanpa alasan jelas, atau dengan alasan yang belum pasti, apalagi yang dikafirkan adalah umum kaum Muslimin, di dalamnya tidak jarang terdapat para wali, para ulama, dan kaum shalihin adalah sikap sesat yang harus diberantas agar tidak membuat kekacauan di tengah-tengah umat Islam.

     Sikap mengkafirkan kaum Muslimin Ahlusuunah oleh kaum Wahabi bukanlah sebuah fitnah, ia adalah sebuah fakta. Saya hanya akan sebutkan sekelumit saja fatwa-fatwa pengkafiran tersebut. Fatwa Syeikh Abdurrahman bin Hasan Âlu Syeikh:
Dan mereka, kaum Musyrikun telah mengada-ngada hari-hari raya di sisi kuburan yang disembah selain Allah. Mereka menamainya sebagai ied, seperti hari raya al Badawi di mesir dan lainnya. Bahkan ia lebih dahsyat dari kemusyrikan, sebab di dalamnya terdapat kemusyrikan dan maksiat-maksiat besar. (Qurratul ‘Uyûn, baca Fathul Majîd:145.)
Coba Anda perhatikan bagaimana kaum Muslimin yang merayakan hari lahirnya Syeikh al Badawi, seorang wali besar yang diakui para ulama Ahlusunnah kewaliannya sebagai kaum Musyrikun!!

     Fatwa Syeikh Muhammad Hamid al Faqi:
Peringatan hari lahir dan hari wafat yang ramai diadakan di negri ini dengan nama para wali adalah sebuah bentuk penyembahan dan pengagungan, ta’dzîm. (Ta’liq Fathul Majîd:154)
Jadi kaum Ahlusunnah Waljama'ah yang mengadakan perayaan hari lahir Nabi saw. atau para wali Allah adalah kaum MUSYRIKUN yang sedang mengadapan praktik penyembahan kepada selain Allah!!
Subhanallah! Sampai kapan kalian hai Wahabi mengkafirkan Ahlusunnah dan semua golongan yang tidak sama dengan kalian!!!

Setelah fatwa di atas masihkan Anda mengingkari bahwa mazhab Anda itu ditegakkan di atas pengkafiran kaum Musliumin ?!


Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Apa yang Dilakukan Wahabi terhadap Makam Para Sahabat?

Makam Sayidina Utsman bin Affan


     Kita bisa bayangkan, jika makam Salaf Saleh diperlakukan semacam itu oleh mereka (Salafy gadungan yang pada hakekatnya adalah Wahaby) yang kini telah berkuasa, lantas bagaimana nasib makam para Wali Sanga dan para kekasih (wali) Allah lain -baik di jawa ataupun di luar jawa- di Indonesia jika mereka berkuasa di Tanah Air? Tentu akan lebih parah dari apa yang mereka lakukan terhadap kuburan para sahabat-sahabat mulia Nabi.

Foto terakhir pemakaman Baqi’ sebelum dihancurkan Ahli Bi’dah Wahabiyah

     Dahulu, para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in lantas dilanjutkan oleh para ulama Ahlusunah wal Jama’ah menjadikan makam para sahabat Nabi di pemakaman Baqi’ (sisi makam Rasulullah) menjadi tempat yang nyaman untuk berziarah. Oleh karenanya pada akhirnya dibangunlah pemakaman itu dengan persetujuan para ulama Ahlusunah dari empat mazhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali ) hingga menjadi seperti ini:



Namun setelah kemunculan Wahabisme, karena alasan syirik ataupun bid’ah, sama halnya mereka membid'ahkan maulid, berdasarkan hadis-hadis yang lemah atau pemahaman keliru dari ayat ataupun riwayat yang sahih akhirnya kaum Wahaby menjadikannya rata dengan tanah seperti ini:


Akan tetapi mereka membangunkan megah gedung pergian Utsaimin yang dipersembahkan untuk Utsaimin, lihat gambar:

Dan berikut ini antara barang peninggalan Utsaimin yang disimpan rapi oleh wahabi:


Dan lihatlah Pemeliharaan terhadap Rumah dan Benteng peninggalan Muhammad bin Abdul Wahab pelopor Wahhaby:




Dan Rancangan pembangunan lembaga yang menyangkut sejarah Muhammad bin Abdul Wahhab pencetus Wahhaby kaum mujassimah:

Struktur bangunan menyangkut sejarah Muhammad bin Wahab



     Kita bisa bayangkan, jika makam Salaf Saleh diperlakukan semacam itu oleh mereka (Salafy gadungan yang pada hakekatnya adalah Wahaby) yang kini telah berkuasa, lantas bagaimana nasib makam para Wali Sanga dan para kekasih (wali) Allah lain -baik di jawa ataupun di luar jawa- di Indonesia jika mereka berkuasa di Tanah Air? Tentu akan lebih parah dari apa yang mereka lakukan terhadap kuburan para sahabat-sahabat mulia Nabi.

     Saudara-saudaraku Ahlusunah wal Jamaah seiman dan seakidah, perusakan makam para sahabat mulia itu baru mereka lakukan. Mereka hancurkan semua itu kurang dari satu abad yang lalu, setelah mereka berkuasa di jazirah Arabia dan berhasil mengrogoti kekuasaan Daulah Usmaniyah di wilayah Jazirah Arab, dengan bersekongkol dengan kolonial Inggris. Ini semua adalah hasil dari pikiran buruk otak Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri wahabisme. Apakah ulama Wahaby merasa lebih pintar dari para ulama Salaf Ahlusunah wal Jamaah?




Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Wednesday, 14 December 2016

Mengenal Abuya Muda Waly al-Khalidy




~Kelahiran dan asal-usulnya~

     Abuya dilahirkan pada tahun 1917 di desa Blangporoh, kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Abuya merupakan putera bungsu Syeikh Haji Muhammad Salim bin Malin Palito dan mempunyai beberapa orang saudara, sebenarnya beliau mempunyai adik, tetapi karena meninggal dunia waktu masih kecil, maka beliau dianggap putera bungsu.
   
     Syeikh Muhammad Salim berasal dari Batusangkar Sumatra Barat, Haji Muhammad Salim datang ke Aceh Selatan sebagai Da'i atau pendakwah, juga sebagai guru Agama. Paman beliau yang masyhur dipanggil masyarakat “Tuanku Peulumat” telah lama mendahului beliau merantau ke Aceh Selatan dan tinggal di Labuhan Haji, nama Tuanku Peulumat adalah Syeikh H. Abdul Karim, beliau juga merupakan da'i, guru dan juga seorang ulama. Atas dasar inilah Haji Muhammad salim meninggalkan Sumatra Barat menuju ke Aceh Selatan menggunakan perahu pada masa itu.
 
    Tidak lama setelah Haji Muhammad Salim berada di Labuhan haji, dibawah pimpinan pamannya, beliau mendapat jodoh, wanita pilihan yang bernama “Janadat” puteri kepala desa yang bernama Meuchik Nyak Ujud, dari desa Koto Palak, kecamatan Labuhan Haji.
 
    Pada saat Abuya masih kecil, adik kandungnya meninggal, bahkan ibu Abuya pun “Siti Janadat” kembali ke rahmatullah, ada yang mengatakan Ibu Abuya meninggal saat melahirkan, sehingga tinggallah Abuya sebagai anak yatim. Abuya prof Muhibbudin waly (anak Abuya Muda waly) pernah mendengar cerita dari sahabat Abuya Muda Waly yang juga anak murid Abuya Muda waly yaitu Syeikh Haji Tengku Adnan Mahmud, pimpinan pesantren Ashabul Yamin di Bakongan Aceh Selatan, Haji Muhammad Salim pernah bermimpi bahwa bulan purnama turun ke pangkuannya sewaktu Abuya Muda waly masih dalam kandungan, meskipun mimpi tidak dapat dijadikan dalil pada hukum, tetapi dalam pemahaman isyarat banyak benarnya. Dan ini dalam al-Quran ketika menggambarkan mimpi raja Mesir yang kemudian ditakwilkan. Maka nyatalah kebenarannya bahwa puteranya akan menjadi ulama besar.
 
     Pada waktu kecil, nama Abuya adalah Muhammad Waly, setelah beliau berada dalam jajaran para Ulama besar di Sumatra Barat, beliau bergelar Mangku Mudo, atau Tuanku Mudo Waly, atau Angku Aceh. Setelah kembali dari Sumbar, di Labuhan haji masyarakat nemanggilnya dengan Teunku Muda Waly, sedangkan beliau sendiri menulis namanya dengan Muhammad Waly atau secara lengkapnya Syeikh Haji Muhammad Waly Al-Khalify.

Baca juga: SILSILAH/NASAB KETURUNAN ABUYA MUDA WALY AL-KHALIDY




Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Monday, 12 December 2016

Nasab Syeikhul Islam Abuya Muda Waly al-Khalidy

    

      Abu Syekh Muhammad Naser bin Tgk.Ilyas bin Abu Ibrahim Wayla (aulia Allah) berkata pada Syeikh Naqsyabandi Waly bin Hidayat Waly bin Abuya profesor Muhibbudin Waly bin Abuya Muda Waly al Khalidy bahwa, Abu Ibrahim Wayla pernah mengatakan "Abuya Muda Waly" merupakan keturunan sahabat Rasulullah yaitu Sayyidinaa Utsman bin 'Affan.ra (khalifah ke tiga). Dan beliau hafal nasab Abuya Muda Waly dan menyuruh saya (Naqsyabandy Waly) untuk menulisnya dan menyebarkannya supaya tidak terjadi simpang siur tentang nasab Abuya kata beliau.

Naqsyabandi Waly (kiri) bersama Abu Syekh Muhammad Nasir


                                        *Silsilah nasab Abuya Muda Waly sebagai berikut:*
     Syeikh Muhammad Waly (Abuya Muda Waly) bin Syeikh Muhammad Salim bin Tuanku Malim Palito bin Datuk Muhammad Husein bin Hulubalang Ja'far bin Tuanku Abdul Faqih bin Syeikh Muhammad Zubir bin Syeikh Ahmad bin Syeikh Muhammad bin Syeikh Abdullah bin Syeikh Zakariya bin Syeikh 'Amran bin Syeikh 'Ali bin Syeikh Tuanku Muhammad Yunus ( Beliau yang pertama datang ke Minangkabau dari Madinah untuk menyebarkan Islam ) bin Syeikh Ahmad Thoha bin Syeikh 'Abdussalam bin Syeikh Mukhtar bin Syeikh Turmudzi bin Syeikh Abdul Wahid bin Syeikh Ahmed at-Tibby ( thibbrani ) bin Syeikh Abdullah bin Syeikh Syarwani bin Sa'eed bin Sayyidinaa 'Utsman bin 'Affan Ra.
     
     Nasab Utsman bin Affan, adalah Utsman bin Affan ra. bin Abil 'Ash bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Ghalib bin Luai bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma 'addu bin Adnan. Ibu beliau Bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabi'ah bin Hubaib bin Abdusy binti Syams Dan neneknya Bernama Ummu Hakim Bidha 'Abdul Muththalib Paman Rasulullah saw .. Nasab Sayyidinaa Utsman bertemu dengan Nasab Nabi Muhammad SAW pada 'Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Ghalib bin Luai bin Fihr al Quraisy, dan seterusnya.

     Selama hidupnya, Utsman bin Affan pernah menikah dengan 8 wanita. Berikut istri-istri Utsman ibn Affan beserta keturunannya:
1. Ruqayyah binti Rasulullah SAW yang memberinya Abdullah, tetapi meninggal dunia saat berumur
    enam (6) tahun.
2. Ummu Kultsum binti Rasulullah SAW, yang tidak memberinya keturunan.
3. Fakhitah binti Ghazwan, yang melahirkan untuknya Abdullah, tetapi ia meninggal juga saat masih
    kecil.
4. Ummu Amr binti Jundub, yang memberinya beberapa anak, yaitu Amr, Khalid, Abban, Umar, dan
    Maryam.
5. Fathimah binti al-Walid al-Makhzumiyyah, yang memberinya tiga (3) orang anak, yaitu Said, al-Walid,
    dan Ummu Said.
6. Ummu al-Banin binti Uyaynah ibn Hishn al-Fazariyyah, yang memberinya Abdul Malik, namun ia
    meninggal dunia di usia dini.
7. Ramlan binti Syaybah ibn Rabiah, yang memberinya Aisyah, Ummu Ibban, dan Ummu Amr.
8. Nailah binti al-Farafashah, yang kemudian melahirkan Maryam yunior.

     Ketika wafat, Utsman bin Affan meninggalkan 3 orang istri, yaitu Ummu al-Banin, Fakhitah, dan Nailah. Ketiga anaknya yang meninggal ketika masih kecil adalah Abdullah, Abdullah Tsani, dan Abdul Malik. Sedangkan yang lain tetap hidup.

     Istri Sayyidina Utsman bin 'Affan yang bernama Fathimah binti al Walid al Makhzumiyyah yang mempunyai tiga orang anak:
1. Sa'id/sa'eed.
2. al Walid.
3. Ummu sa'id.
Adalah Abuya Muda Waly al Khalidy merupakan anak cicit dari Sa'id/sa'eed bin Utsman bin 'Affan.ra.

Silakan disebarkan.

SUMBER dari Tgk.Naqsyabandy waly


Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Biografi Penerjemah Matan Jauharah Tauhid ke Nadham Aceh




    Matan Jauharah Tauhid merupakan sebuah kitab kecil lagi mungil namun sarat dengan ilmu tauhid, kitab tersebut merupakan karangan "al 'Alim al 'Alamah As Syeikh Ibrahim Al Laqani. Matan Jauharah Tauhid berbentuk nadham yang disusun rapi oleh beliau.

     Dan kini, kitab mungil tersebut sudahpun dicetak dan diterbitkan dalam bahasa Aceh yang diterjemahkan oleh seorang pemuda yang berjiwa besar, beliau adalah “Machsalmina Hasan” atau biasa dipanggil Tgk/ustaz Machsalmina, seorang pemuda anak pertama dari Muhammad Hasan dan Jamilatussakdiah. Lahir di Desa Lhoksentang, kecamatan Lhoksukon, kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Negara Republik Indonesia pada 22 Februari 1994. Bapak beliau merupakan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) dan malam hari mengajar ngaji anak-anak didesanya, ibunya “Jamilatun” merupakan ibu rumah tangga dan juga membantu mengajarkan anak-anak mengaji dimalam hari.

Tgk Machsalmina bersama KH Idrus Ramli.


      Machsal, begitulah panggilannya, sejak mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD) Buket Hagu Gampong sekarang dikenal dengan SDN 12 Lhoksukon, mulai kelas 1 SD sampai tamat pendidikan, selalu mendapat nilai terbaik dan menguasai Juara kelas.

     Tamat SD melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah atau yang lebih dikenal MTsN 1 Lhoksukon yang terletak di Desa Trieng, Jika sebelumnya ia bersaing hanya dengan anak-anak kampung yang bisa dianggap jika ia selalu unggul, namun, tidak kalah juga ketika berhadapan dengan ratusan remaja-remaja lain disekolah yang berada di kota. Bahkan  mampu meraih Juara umum di MTs tempat ia belajar, dan Macksal aktif diberbagai kegiatan sekolah, antara lain: Ketua OSIM, Pramuka, dan kegiatan extra kurikuler lainnya.
     

Tgk Machsalmina bersama ulama dari Suriah yaitu Syekh Adnan al Afyouni, Syekh Mahmoud Chehadah &  Syeikh Omar Muhammad Dieb.


     Selesai di MTsN, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1 Lhoksukon) sambil mondok di Pesantren Salafi (Dayah Nurul Islam) Lhoksukon. Mulai saat itu membutuhkan tenaga dan pemikiran yang kuat untuk mengatur/menyeimbangkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama. Mau tidak mau, wajib ia hadapi. Walaupun bersusah payah, namun keduanya mampu ia menyeimbangkannya, artinya disekolah dan pesantren keduanya mampu menjadi murid yang unggul dan meraih juara 1. Da  saat di sekolah MAN juga pernah memimpin organisasi siswa (OSIS).



     Kehausan ilmu tidak terhenti disitu, selesai di MAN, Machsalmina yang sudah beranjak remaja melanjutkan Pendidikannya ke Dayah Salafi (Pesantren) ternama di Aceh yang tidak lain adalah Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen. Di sana ia juga muncul sebagai salah satu santri terbaik dalam kelasnya.

     Empat (4) tahun di MUDI, karena kondisi kesehatan yang mengharuskannya berobat rutin dan hal mengkehendaki ia untuk lebih dekat dengan tempat berobatnya, akhirnya ia melanjutkan pendidikan di Raudhatul Ma'arif Cot Trueng. Satu tahun lamanya di RAMA, ia terus mengembara, akhirnya karena hajat sang kakek agar ia diharapkan belajar di tempat Abu Ibrahim Bardan atau Abu Panton (Ulama Kharismatik alumni MUDI MESRA), ia kini berada di Dayah Malikussaleh Panton Labu.

     Di sudut-sudut bilik kecil di Pesantren, ia terus berkarya, gemar membaca dan menulis, bahkan saat opname di salah satu rumah sakit ia tetap menulis semampunya untum merampungkan karangannya, yakni terjemahan Matan Sulam Munawraqi (kitab ilmu mantiq) versi Aceh. Karangannya yang lain ada dalam berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya itu, semua karangannya ia racik dan bumbui dengan sastra Aceh, yaitu dalam bentuk nadham yang indah dan mudah dilafaz. Artinya, ia adalah sosok yang cinta ilmu dan tanah air.
Adapun antara karyanya "Matan Jauharah versi Aceh, Matan Sulam Munawraq Mantiq versi Aceh, Hidayatus Shibyan Tajwid versi Aceh, Nadham Hujjah Sunni Menolak Wahabi bahasa Aceh", dan sekarang sedang merampungkan Alfiyah bahasa Aceh.

Semoga Allah mudahkan segala urusannya dan Allah panjangkan umurnya.
 Dan bagi anda yg ingin memiliki buku tersebut bisa menghubungi kami di FACEBOOK
Mari kita dukung karyanya dengan cara berinfaq/membeli buku tersebut.
Semoga kita semua mendapat manfaat.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close