Tuesday, 13 June 2017

Santri Aceh bersafari ke Luar Negeri

Ditengah, Tgk Machsalmina (rida' putih) dan Tgk Mustafa Kamal (rida' coklat) bersama masyarakat melayu


KUALA LUMPUR - Sebagaimana diketahui, dalam bulan Ramadhan kegiatan belajar mengajar di dayah di Aceh diliburkan. Semua santri dibolehkan pulang ke kampung dengan serangkaian acara selama ramadhan untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat.
Di Kecamatan Dewantara, ikatan santri itu dibangun dalam ikatan yang disingkat dengan HISADA (Himpunan Santri Dewantara), dan di Lhoksukon dengan singkatan KALAM (Kesatuan Aneuk Lhoksukon Antar Ma'had).

Dua santri dari dua ikatan tersebut pada ramadhan ini bersilaturrahmi ke Malaysia. Pada malam ini (12/6/2017) bertepatan dengan 18 Ramadhan 1438H mereka dijadwalkan di Rawang, Kuala Lumpur, tepatnya di Surau Padang desa Sungai Choh.

"Alhamdulillah, masyarakat melayu menerima kita santri Aceh, kita dibolehkan menjadi imam solat tarawih dan dipercayakan memimpin bacaan tahlilan untuk arwah yang rutin dilakukan setiap malam di surau-surau di Kuala Lumpur". Jelas Tgk Machsalmina dari ikatan KALAM Lhoksukon.

Beliau melanjutkan, pada malam ini memang tidak ada taushiyah, namun di lain kesempatan mereka dijadwalkan kembali mengisi taushiyah.

Tgk Mustafa Kamal dari ikatan HISADA, beliau bertindak sebagai imam solat isya dan taraweh pada malam ini.

" Alhamdulillah lancar, tidak ada perbedaan signifikan antara Aceh dan Malaysia, bacaan selawat disela-sela itu pun mirip. Beda cara makmum jawab aja" ujar Tgk Mus kepada qaryatulhuda.com.

Selanjutnya, mereka akan mengisi taushiyah dan menjadi imam di Klang, Meru (proses) dan Kuantan, Pahang. Juga, melalui Dato' Mansyur Usman, mereka akan dipertemukan dengan Syeikh Abdul Karim dari Mekkah yang menjadi imam di beberapa mesjid di Kuala Lumpur tahun ini. (zuki)

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close